cats-digital-art-watercolor-cinmu

Fabel Para Kucing Kabur

Suasana malam itu begitu senyap, bintang tampak bersinar cerah di atas kepala dua ekor kucing ini. Bintang yang tidak terlihat oleh mereka karena mereka terkurung di dalam sebuah kandang di sebuah rumah. Kucing yang berwarna hitam keabuan bernama Cross sedangkan yang berwarna jingga bernama Flore. Dua kucing ini sedang berdiskusi untuk bisa keluar dari rumah mengerikan itu.

Pemilik mereka adalah sesosok monster berbintik-bintik hijau, dengan ekor panjang seperti buaya, tingginya seperti beruang dan memiliki kaki sekuat kangguru. Siapa yang berani melawan kemarahan dan ketidakpuasannya akan ditendang sangat jauh.

Cross dengan optimis menceritakan berbagai rencananya untuk kabur dari tempat itu. Jika strategi A gagal maka gunakan strategi B, jika itu gagal juga gunakan strategi C. Namun Flore membantah sema strategi yang diajukan Cross. Ia mengatakan semua kelemahannya dan berargumen bahwa tinggal d tempat kurungan ini bukanlah suatu hal yang buruk.

Cross dan Flore memiliki keinginan yang sama untuk keluar dri kurungan itu. Flore yakin mereka tidak akan pernah dapat keluar dari tempat itu, sedangkan Cross berusaha untuk mewujudkan harapan itu meski ada ketakutan dalam hati.

Setelah perdebatan yang panjang, Cross memutuskan untuk menjalankan rencananya sendirian. Namun, Flore berusaha mencegahnya karena ia takut terkena imbas jika Cross berhasil kabur atau mereka akan mendapat celaka jika Cross gagal menjalankan rencananya. Cross meyakinkan kucing jingga itu bahwa saat ia menjalankan rencananya, Flore mau tak mau harus ikut. Flore tetap ragu-ragu, namun Cross tetap teguh pada pendiriannya.

Tibalah hari pelarian. Cross sedang bersiap-siap menyelinap pergi ketika Flore menahannya lagi. Cross berusaha melepaskan diri tapi Flore menolak. Mereka berdua bertengkar, Flore menuduh Cross egois karena meninggalkan dirinya dan tidak peduli dengan keamanannya. Cross mengatakan bahwa Flore hanya peduli pada keamanannya sendiri tanpa peduli apakah Cross sekarat di tempat itu atau tidak. Mereka berdebat dan berlanjut dalam pergulatan.

Hal ini mengakibatkan kandang kurungan mereka terjatuh dan mereka terjebak karena pintu kandang mereka menghadap lantai. Sekarang mereka hanya bisa keluar jika monster itu mengeluarkan mereka.

Cross memarahi Flore. Ia menegaskan sekali lagi betapa gilanya monster ini. Ia meminta Flore untuk melihat ke sekeliling mereka. Ada banyak hewan yang berada dalam kurungan seperti mereka. Hewan-hewan itu bukan peliharaan apalagi dalam proses pengobatan. Mereka adalah mainan si monster yang akan dicampakkan begitu saja, dibiarkan mati kelaparan jika si monster sudah bosan. Flore tahu akan hal itu, tapi ia menutup mata. Ia meyakinkan diri bahwa ia dan Cross istimewa sehingga sang monster tidak akan menelantarkan mereka.

Cross mendengar suara langkah sang monster. Oleh karena rencananya yang pertama batal, ia menggunakan rencana kedua. Cross berkata ada Flore bahwa ia harus menuruti Cross jika mau tetap hidup. “Salahkan dirimu sendiri yang hidup dalam ketakutan,” kata Cross kesal. Flore tidak berkata apa-apa, ia sebal dan marah karena Cross benar tapi ini tetap saja gila.

MOnster tu datang dan melihaat kandang kucing yang erguling. Ia berpikir kucing nakal yang membuat keributan di tengah malam harus diberi hukuman. Monster itu pun membuka pintu kandang dan mengambil Flore dari dalam kandang. Sebelum sang monster sempat menutup pintu kandang, Cross menyiram cairan asam ke lengan sang monster. I mendapatkannya dari teman burung yang kadang mengunjungi mereka diam-diam.

Recommend  Fabel Kotak Musik yang Rusak

Monster itu berteriak kesakitan. Cross berteriak pada Flore untuk segera melepaskan diri dari sang monster, kemudian membuka kandang para anjing dari yang paling lapar. Flore menggeliat dengan kencng dan segera membebaskn diri. Cross berlari ke kandang anjing dan membuka pintu kandang para anjing dengan kukunya. Sang monster berteriak marah dan mencari-cari kucing hitam yang membuatnya murka itu. Kedua kucing itu berhasil mengeluarkan para anjing yang kelaparan dan segera melarikan diri ebelum diterkam anjing yang gelap mata karena lapar itu.

Flore menganggap sema kegilaan ini di luar kemampuan otaknya menerna. Jantungnya berteriak cemas takut mati karena para anjing dan monster itu. Ia berpikir mereka akan mati bahkan sebelum dapat keluar dari sana.

Cross berteriak pada Flore untuk membuat banyak keributn agar para tetangga merasa terganggu dan mereka akan memanggil keamanan. Sambil menghindari para anjing dan monster, Cross melemparkan beberapa botol berisi cairan asam ke kandang-kandang yng belum terbuka dan ke pintu keluar rumah. tentu mreka tidak begitu saja menunggu pertolongan. Cross harus menciptakan kesempatan. Lebih banyak hewan-hewan yang terbebas, lebih banyak keributan karena semua hewan berlarian menghindari para anjing kelaparan dan sang monster yang murka.

Segala sesuatu berjaan lancar sampai Cross gagal menghindar dari tangkapan sang monster. Mata monster itu merah karena amarah dan puas karena berhasil menangkap kucing pengacu itu. Flore yang melihat hal itu langsung panik. Bagi seekor kucing yang selalu pesimis dan suka mencari alasan untuk menyerah, ia terpaksa mencari cara untuk menolong sahabatnya.

Dengan kecepatan tinggi, Flore berlari dan menendang muka salah satu anjing yang kelaparan itu. Sang anjing pun marah dan mengejar Flore. ketika ia berhasil mendekati dan berusaha memakan Flore, kucing jingga itu berhasil berbelok 90 derajat, dan si anjing pun menginggil kaki sang monster. Monster itu berteriak kesakidan dan melepaskan Cross. Meskipun kakinya kuat tetapi kulit sang monster itu tipis. Cross terjatuh, sambil terbatuk-batuk berusaha menjauh dar sang monster dengan bantuan Flore. Sang anjing tidak peduli siapa yang ia gigit, selama ia dapat makan, ia akan makan apapun itu hingga kenyang.

Saat itulah pihak keamanan menerobos masuk. Melihaat hal itu, para binatang lari keluar pintu termasuk Cross dan Flore. Para petugas keamanan yang juga adalh monster terkejut dengan banyaknya hewan di rumah yang sempit itu. Mereka melihat aneka binatang dari yang lngka hingga yang biasa saja.

Cross dan Flore tidak peduli apa yang ada di belakang mereka. Kedua kucing ini berlari sekuat tenaga dari rumah mengerikan itu. Semenjak saat itu, mereka berdua hidup dengan bebas terlepas dari kekangan sang monster.

Spread the love

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *