Dogo sedang menimbang-nimbang sebuah keputusan, Ia dalam perjalanan ke suatu tempat. Namun ia tidak tahu tempat itu ada dimana. Tempatt yang ia cari adalah sebuah tempat yang membuat dia bahagia. Anjing berbulu hitam itu sedang berdiri di depan jalan bercabang dua. Jalan yang satu datar, jalan yang satu lagi menanjak. Dogo sedang menimbang pro dan kontra untuk setiap jalan yang akan ia ambil. Jika Dogo memilih jalan yang datar, perjalanan akan terasa santai dan mungkin dia bisa menikmati pemandangan di sekitar. Namun, jika ia memilih jalan yang menanjak, ia akan bekerja keras selama perjalanan dan mungkin tidak dapat menikmati hal-hal indah di sekitar. Hanya sja ada desas-desus yang mengatakan bahwa jika seseorang berhsil melewati jalan itu, akan ada keajaiban besar. Di jalan yang datar tudaj ada desas-desus apapun, hanya sebuah tempat yang membahagiakan tapi biasa saja. Tantangan dari kedua jalur ini adalah tidak ada infoormasi mengenai berapa lama seseorang bisa sampai di sana. Dogo sekali lagi menghel nafas karena keputusan sulit yang harus ia buat. Pada akhirnya Dogo memilih untuk mengambil jalan yang menanjak karena anya dengan seperti itu, dia bisa berubah menjadi sosok keren yang ia dambakan. Langkah kakinya terkadang berjalan mantap, terkadang ragu-ragu melangkh di jalan yang menanjak tersebut. Ia masih memiliki keraguan bahwa jalan ini akan memberikan hasil yang baik. Di jalan tersesbut ada tangga yang harus ia lewati. Entah berapa lama a berjalan, Dogo merasa lelah, ekornya lunglai, dan keempat kakinya bergerak lamban. Setelah beberapa saat ia menemukan cermin di pinggir jalan. Ototnya tampak lebih besar, badannya tampak lebih kuat. Ia senang dengan apa yang dilihatnya di dalam cermin. Jika ia tidak menaiki jalan bertanjak itu, ia mungkin tidak akan puas dengan dirinya yang sekarang.

Fabel tentang Anjing yang Memilih Jalan

Dogo sedang menimbang-nimbang sebuah keputusan, Ia dalam perjalanan ke suatu tempat. Namun ia tidak tahu tempat itu ada dimana. Tempatt yang ia cari adalah sebuah tempat yang membuat dia bahagia.

Anjing berbulu putih itu sedang berdiri di depan jalan bercabang dua. Jalan yang satu datar, jalan yang satu lagi menanjak. Dogo sedang menimbang pro dan kontra untuk setiap jalan yang akan ia ambil. Jika Dogo memilih jalan yang datar, perjalanan akan terasa santai dan mungkin dia bisa menikmati pemandangan di sekitar. Namun, jika ia memilih jalan yang menanjak, ia akan bekerja keras selama perjalanan dan mungkin tidak dapat menikmati hal-hal indah di sekitar.

Hanya sja ada desas-desus yang mengatakan bahwa jika seseorang berhsil melewati jalan itu, akan ada keajaiban besar. Di jalan yang datar tudaj ada desas-desus apapun, hanya sebuah tempat yang membahagiakan tapi biasa saja. Tantangan dari kedua jalur ini adalah tidak ada informasi mengenai berapa lama seseorang bisa sampai di sana.

Dogo sekali lagi menghel nafas karena keputusan sulit yang harus ia buat. Pada akhirnya Dogo memilih untuk mengambil jalan yang menanjak karena hanya dengan seperti itu, dia bisa berubah menjadi sosok keren yang ia dambakan.

Langkah kakinya terkadang berjalan mantap, terkadang ragu-ragu melangkh di jalan yang menanjak tersebut. Ia masih memiliki keraguan bahwa jalan ini akan memberikan hasil yang baik. Di jalan tersesbut ada tangga yang harus ia lewati. Entah berapa lama a berjalan, Dogo merasa lelah, ekornya lunglai, dan keempat kakinya bergerak lamban.

Setelah beberapa saat ia menemukan cermin di pinggir jalan. Ototnya tampak lebih besar, badannya tampak lebih kuat. Ia senang dengan apa yang dilihatnya di dalam cermin. Jika ia tidak menaiki jalan bertanjak itu, ia mungkin tidak akan puas dengan dirinya yang sekarang.

Spread the love
Recommend  Fabel Kodok yang Patah Hati

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *