Mengapa 90 Days Drawing & Writing Challenge

Pada awalnya, aku membuat tantangan untuk diriku sendiri yaitu menulis apapun selama 5 menit. Aku merasa cukup senang menulis hal itu karena banyak hal-hal yang tidak terduga lebih tepatnya cerita-cerita tak terbayangkan yang muncul hanya dalam 5 menit. Beberapa cerita itu kugambar dan ku-upload di tantangan ini.

Untuk tantangan menulis dalam 5 menit selama 30 hari itu adalah hal yang mudah. Namun, tantangan 90 hari ini adalah hal yang berat. Sudah hampir sebulan aku tidak melanjutkan lagi tantangan ini. Rasanya menyebalkan dan memberatkan hati. Alasan utama aku tidak melanjutkan adalah karena aku mengalami hal yang dialami oleh semua penulis atau seniman, yaitu creative anxiety.

Creative anxiety adalah kecemasan yang muncul setiap kali seseorang membuat karya. Alasan utamanya adalah karena ada suara negatif di kepala yang berkata bahwa karya itu akan jelek, tidak akan ada orang yang peduli atau terbantu dengan karya itu, tidak ada gunanya membuat karya. Apakah menyenangkan melakukan sesuatu jika ada suara-suara negatif yang melemahkan dan membuat diri sendiri kehilangan motivasi?

Bagi seorang penulis hal yang paling berat bukanlah menulis tapi duduk untuk menulis. Selalu saja ada alasan untuk tidak menulis. Entah itu ada pekerjaan yang harus dibereskan, mengurusi orang lain, ada komik yang harus dibaca, pokoknya alasan yang dicari-cari agar tidak menulis. Hal itu terjadi bukan karena ia membenci menulis, tapi karena perasaan cemas yang muncul setiap kali menulis. Walaupun perasaan itu hanya muncul di saat-saat awal menulis, atau terkadang di pertengahan, bisa juga setelah menulis.

Apakah perasaan itu akan hilang seiring berjalannya waktu? Banyak yang bilang tidak, tapi kita selalu bisa lebih pintar dalam menghadapi kecemasan tersebut. Dalam hidup ini, apapun yang terjadi, kemampuanmu dalam merespon dengan baik adalah hal yang akan membawamu ke kesuksesan.

Recommend  Berbincang dengan si Kelinci #34

Jadi kupikir, aku akan tetap menulis dan menggambar walau hasilnya butut dan tak akan ada seorangpun yang akan membacanya. Aku tidak punya tips khusus untuk menghadapi masalah kecemasan ini. Hanya satu strategi yaitu #jalaninaja

Aku berharap setidaknya jika ada satu atau dua orang yang membaca post-ku ini dan membaca cerita-ceritaku, mereka bisa terinspirasi dan berkata pada dirinya sendiri, “orang ini saja membuat karya-karya jelek tapi terus berusaha, aku pasti bisa melakukannya dengan lebih baik.”

Bagiku hal yang ingin kudapatkan adalah perasaan puas terhadap diri sendiri karena tidak berhenti berusaha terlepas dari apakah tulisanku ini akan populer atau tidak.

(Update : beberapa minggu setelah aku menulis ini pun, aku belum meng-upload 1 cerita pun walau sudah ada beberapa yg kutulis. #sedih).

Apakah kamu pernah mengalami hal yang sama denganku? Bagaimana caramu menghadapinya?

Spread the love

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *