girl-sit-fashion-digital-drawing-cinmu

Mengapa manusia butuh fashion?

“Fashion is a statement.”

 

Sering kali manusia secara tidak sadar memilih pakaian mengikuti kepirbadiannya. Anda orang pemalu atau cenderung simple minded biasanya akan memilih pakaian sederhana dengan warna-warna kalem atau gelap yang sebisa mungkin tidak menarik perhatian. Sebaliknya, orang yang percaya diri memilih pakaian dengan warna terang atau banyak corak. Orang-orang yang berjiwa kreatif biasanya menggunakan pakaian yang out of the box atau tidak umum, bisa dalam bentuk pakaian asimetris ataupun tabrak warna dan tabrak corak.

Manusia selalu butuh mengekspresikan dirinya, dan fashion adalah salah satu cara. Pakaian adalah kebutuhan nomor dua manusia setelah makanan. Meskipun demikian banyak orang yang berpikir gaya pakaian adalah sesuatu yang tidak berguna.

Beberapa alasan antara lain adalah mereka sibuk dengan kehidupannya sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan pakaian yang tepat untuk dirinya. Ada juga mereka terlalu miskin sehingga mengumpulkan uang untuk makan lebih utama daripada memakai pakaian yang bagus.

Pada kenyataannya tidak baik jika seseorang terus menerus memikirkan penampilannya, tanpa memikirikan hal yang lain. Dapat terjadi orang tersebut sebenarnya insecure karena ia takut orang akan memandang rendah dirinya jika ia mengenakan pakaian yang jelek. Namun, sama sekali tidak memperhatikan penampilan juga tidak baik. Gaya seseorang berpakaian dan cara ia merawat dirinya sedikit banyak akan mempermudah hidup orang tersebut. Hal ini berlaku bagi pria juga wanita.

Dalam percintaan setiap orang melihat penampilan

Seseorang yang berpenampilan baik cenderung lebih disukai oleh orang lain.  Hal ini akan memudahkan mereka dalam pekerjaan, berbisnis bahkan pencintaan.  Mengapa demikian, karena berpakaian apik adalah salah satu cara menghormati orang lain.  Selain itu manusia memiliki system proteksi diri.  Otak akan menyaring informasi yang masuk, melakukan analisa lingkungan secara otomatis.  Ia akan merasa aman jika berada di lingkungan bersih sebaliknya merasa tidak nyaman di lingkungan kotor karena kotoran adalah ancaman kesehatan.  Perasaan tidak nyaman tersebut akan mendorong manusia untuk pergi dari tempat yang mengancam tersebut.

Termasuk jika bertemu seseorang yang bersih dan rapi vs orang yang jorok dan berantakan.  Beberapa  orang tidak peduli dengan kebersihan dan hal itu membuat orang merasa tidak nyaman.  Namun, jika orang itu merasa bahwa sosok yang ia temui  memiliki peran penting dalam hidupnya maka ia tentu akan lebih memperhatikan penampilannya, minimal kebersihan dirinya.

Dan hal ini, yaitu berpenampilan baik, bagi beberapa orang menjadi indicator untuk menentukan apakah orang tersebut menghormati lebih tepatnya menghargai dirinya atau tidak.  Sebagai contoh, Ratna (bukan nama sebenarnya) bertemu calon pacar potensial.  Temannya mengenalkan pria tersebut padanya.  Namun pada saat pertama berjumpa, pria itu mengenakan sandal jepit.  Ratna merasa tidak dihargai karena pria itu mengenakan sandal jepit.

Bagi Ratna yang bermasalah bukan sandal jepit itu sendiri, melainkan “pesan tidak langsung” dari sandal jepit itu.  Kamu tidak sepenting itu dalam hidupku jadi tidak perlu untuk memberikan kesan yang baik pada saat pertama bertemu.

Mungkin dari sisi pria itu, sebut saja dia Budi, ia hanya ingin menampilkan dirinya apa adanya.  Bukankah dalam percintaan menerima seseorang apa adanya itu adalah hal yang penting? Budi yang apa adanya adalah memakai sandal jepit, bukan sepatu fantofel atau minimal sepatu kasual.

Recommend  Caraku Menghadapi Perasaan Menunda-nunda Pekerjaan

Jika Ratna adalah calon bos di tempat kerja atau calon klien tentu Budi tidak akan memakai sandal jepit.  Uang memang lebih penting daripada cinta.

Pada akhirnya Budi dan Ratna tidak memiliki kelanjutan, karena sandal jepit.  Mungkin sandal jepit itu memang sebuah filter yang baik.  Mungkin Ratna lebih suka dengan pria yang tahu cara menghargai orang lain, sedangkan Budi bisa jadi memang lebih cocok dengan wanita yang nyaman dengan kesantaian Budi.

Fashion untuk cara mencintai diri sendiri

Kamu sudah berjuang dalam hidup ini dengan baik, kamu berhak menggunakan pakaian yang membuat kamu bahagia.

Pakaian yang bagus itu seperti malam hari bagi bintang di langit.  Malam membantu manusia melihat keindahan sang bintang.

Begitu juga dengan pakaian, style yang tepat akan membuat orang lain mampu melihat cahayanya.  Gaya penampilan untuk si A belum tentu cocok untuk si B.  Kepribadian, bentuk tubuh, dan lifestyle mempengaruhi pakaian yang cocok untuk setiap orang.

Merk baju yang terkenal belum tentu sesuai untuk kamu.  Meskipun demikian setiap brand yang sudah matang pasti memiliki kepribadian, dan konsumen yang memiliki karakter sama tentu akan membeli baju dari brand tersebut.  Oleh karena itu sebaiknya seseorang fokus pada karakter brand tersebut, bukan pada apakah brand tersebut terkenal atau tidak.

Setiap orang pasti tanpa sadar menciptakan signature style (gaya khas) untuk dirinya sendiri.  Ada yang selalu mengenakan atasan longgar, ada yang tidak bisa lepas dari celana jeans robek, ada yang cinta berat dengan kaos.  Pernahkah saat kamu berbelanja dan melihat baju, otakmu langsung ,” Ah, ini gayanya si X banget.”  Itu berarti si X sudah punya gaya khas yang diingat orang.

Namun, jika kamu mau lebih perhatian dalam menemukan gaya khasmu, kamu akan bisa mengalami perjalanan yang menyenangkan dalam menemukan jati diri.  Dimulai dari pertanyaan sekarang saya seperti apa dan ingin menjadi manusia yang bagaimana.

Apa warna kulitku, apa tipe bentuk tubuhku, model baju seperti apa yang cocok untuk diriku.  Apakah aku ingin menjadi sosok yang feminin, atau aku ingin menjadi sosok yang dewasa, atau aku adalah orang yang tidak dapat dibatasi dengan hal-hal yang biasa saja.

Semakin seseorang mengenal dirinya, ia menjadi tahu hal apa yang membuat dirinya bahagia, atau hal yang membuat hatinya sedih.  Setelah itu ia dapat mengambil keputusan, bagaimana ia mau mencintai dirinya sendiri.

Dengan pakaian yang selalu bersih dan rapi tanpa mengikuti trend fashion?

Jaket kulit hitam dan celana dengan banyak sobekan untuk mengekspresikan jiwa pemberontak?

Atasan asimetris dan tabrak warna sebagai simbol kreativitas yang tak bisa dibendung?

Fashion penting bagi manusia karena itu adalah salah satu cara manusia untuk berkomunikasi, untuk mencintai, untuk mengekspresikan diri.

 

Spread the love

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *