sayur-menari-dancing-vegetable-watercolour-drawing

Sayuran yang Menari – 90 Days Writing & Drawing Challenges – # 31

Di sebuah rumah yang terpelosok tinggallah dua orang penyihir.  Mereka sudah pensiun dan menikmati hidupnya sekarang ini.  Terkadang mereka hanya santai-santai saja di rumah atau melakukan eksperimen.  Mereka adalah kakak beradik yang cantik dengan rambut berwarna perak.  Sang kakak memiliki kulit bagaikan malam dan sang adik seterang cahaya bulan.

Suatu hari kakak beradik ini ingin membuat eksperimen menciptakan tomat yang bisa bergerak.  Mereka pikir jika malam datang tentu akan menyenangkan jika ada sayuran yang menyanyi untuk mereka.

Jadi sang kakak mengambil buah tomat dari atas keranjang, hasil panen sayur tadi pagi.  Sang adik mengambilterong, bayam dan timun.  Dengan wajah bingung sang kakak memandang adiknya yang tersenyum lebar sambil menjajarkan semua sayuran itu di atas meja. Tangan lentik sang adik membuka lembaran buku tua uang ada di atas meja.  Ia melafalkan mantra, begitu juga sang kakak mengucapkan mantra dengan santai karena sepertinya sudah hafal tanpa harus membuka buku.

Cahaya warna-warni muncul dari udara dan membungkus semua sayuran itu.  Sedetik kemudian si tomat mulai membuka mata diikuti dengan terong, bayam dan timun. Kaki dan tangan tumbuh dari tubuh mereka.  Hal yang terakhir adalah para sayur itu tersenyum lebar.

Kemudian sang kakak menyetel lagu keras yang menggema dari sebuah kotak musik ajaib.  Sungguh beruntung mereka tidak memiliki tetangga, jika punya pasti mereka sudah diprotes.  Mereka pun mulai menari bersma dengan riang.  Begitulah para penyihir itu mmenciptakan kebahagiaan dalam keseharian mereka.


Jika kamu punya kemampuan sihir dan mampu menciptakan sesuatu yang membuatmu bahagia, apa yang akan kamu buat? Tulis jawabanmu di komentar, biarkan imajinasimu terbang bebas. Mari bersenang-senang!

Spread the love
Recommend  Ada Darah - 90 Days Writing & Drawing Challenge #32

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *